Archive

Archive for the ‘Agama’ Category

Paradigma Politik NU

May 24th, 2010
paradigma_politik_nu_kecil
ISBN: 979-3477-59-8

Penulis: Ridwan, M.Ag.

Prolog: Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan, S.U.

Editor Utama: Drs. Moh. Roqib, M.Ag.

Dimensi: 14 × 22 cm, 190 hal.

Tahun terbit: Juni 2004

Harga: Rp.35.000,-

Nahdlatul Ulama (NU) bisa dipahami sebagai jam`iyah atau gerakan sosial yang sulit dipisahkan dari dinamika politik nasional. Organisasi dengan basis komunitas santri terbesar tersebut menyebabkan aktivisnya seringkali terlibat di dalam kegiatan politik (praktis). Tujuan kenegaraan hingga partai politik hampir tidak mungkin mengabaikan kekuatan dan jaringan sosial jam`iyah ini. Dinamika NU seperti sebuah perahu yang mendayung diantara dua pulau, yaitu sebagai gerakan sosial dan aura politik yang melekat padanya. Karena itu, masa depan NU ditentukan kemampuannya menggunakan biduk secara tepat ditengah golongan politik nasional dan tuntutan sosial sebagai konsekuensi gerakan sosial.

Agama, Hukum, Pemikiran Islam, Populer , ,

Hadis :Semenjak Disabdakan Sampai Dibukukan

May 4th, 2010
hadis-gabung1
ISBN: 978-979-3655-78-9

Penulis: Prof. Dr. H.M. Dailamy, SP.

Editor: Abdul Wachid B.S.

Dimensi: 14 × 21 cm, 388 hal.

Tahun terbit: Maret 2010

Harga: Rp.49.000,-

Hadis yang dalam perkembangannya identik dengan sunnah dan yang kemudian untuk menyebut sesuatu yang disandarkan kepada Nabi yang meliputi perkataan, perbuatan, baik sebelum dan sesudah diangkat menjadi Rasul, memang sudah dikenal sejak nabi masih hidup. Diakui bahwa telah terjadi perbedaan persepsi antara ulama hadis dengan ulama fiqih dan atau ulama Ushul, disekitar kapasitas Nabi dalam kehidupan sehari-hari dan hubungannya dengan tugas sebagai Rasul Allah yang hidup ditengah-tengah masyarakat.

Perbedaan pandan sebagaimana diatas, menjadikan pengertian hadis pada pandangan ulama hadis menjadi lebih luas dibanding pengertian hadis pada pandangan ulama fiqih maupun ulama ushul. Perlu kiranya dipahami, bahwa perbedaan pandang diantara ketiga kelompok ulama tersebut, tidak menjadi halangan bagi mereka untuk bersepakat menamai “hadis” terhadap apa yang disandarkan kepada Nabi.

Agama, Dakwah, Fiqh, Islam, Pemikiran Islam , , , ,

Pancasila, Kekuasaan, dan Politisasi Agama dalam Negara Budaya Patron-Klien

March 23rd, 2010

Oleh Sayfa Auliya Achidsti ·

Dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat, kita selaku  individu maupun  kelompok tidak akan pernah bisa lepas dari hubungannya dengan negara. Negara selaku lembaga tertinggi dari suatu masyarakat yang mempunyai hukum legal mempunyai otoritas yang kuat untuk membuat dan memutuskan kebijakan serta mengarahkan tindakan dan mengatur rakyatnya.

Namun, meski negara adalah lembaga yang dapat mengatur dan memutuskan suatu kebijakan yang ditujukan kepada rakyatnya, dalam hal ini negara sendiri merupakan hasil “buatan tangan” dari rakyatnya itu. Negara menjadi semacam alat yang muncul karena konsensus tertentu sekumpulan masyarakat yang menghendaki suatu tujuan. Hal yang juga senada dilontarkan oleh Roger H. Soltau (1961) bahwa negara adalah alat dan kekuasaan (wewenang, otoritas) yang dapat mengendalikan suatu permasalahan atas nama masyarakat.

Oleh sebab itu, negara menjadi means (cara pencapaian) untuk memperoleh suatu tujuan bersama, yaitu sebuah kesejahteraan umum dari masyarakatnya dengan aturan-aturan dan pengaruhnya (kekuatan dan kekuasaan) yang mengikat.

Dengan pengertian seperti itu, maka kedudukan dan hubungan negara atas rakyat idealnya adalah sebagai tempat di mana terjadi pola interaksi aktif antarkeduanya untuk menghasilkan keputusan yang sanggup merepresentasikan semua golongan. Hal terakhir yang disebutkan inilah yang membutuhkan sifat “negara kuat” untuk muwujudkannya. Karena di dalam negara yang terbentuk, mengandung bermacam-macam kelompok (golongan) yang masing-masing dari mereka itu mempunyai suatu pemikiran dan kepentingan yang berbeda pula.

Tersebutlah Pancasila, sebagai dasar dan  falsafah hidup bernegara Indonesia. Pancasila yang tercetus dengan latar-belakang keragaman budaya dirasa pantas memperolah sebutan sebagai suatu anugerah. Hal ideal pada sila pertamanya dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa” menjadi landasan hidup dengan bertumpu pada aspek keagamaan. Kemudian diikuti dengan aspek moral, semangat nasional, toleransi dan kompromi, serta keadilan. Namun ternyata, Pancasila yang seharusnya menjadi ideologi bangsa ternyata hanya sebatas mitos.

Negeri Pewaris Pluralitas

Ini menjadi lebih berat terjadi pada negara-negara yang mempunyai tingkat keragaman yang cukup tinggi, karena dengan itu berarti kelompok dan golongan serta pemikiran dan kepentingannya akan lebih beragam pula. Khususnya di Indonesia, salah satu negara dengan tingkat kemajemukan  tinggi, hal itu terjadi lebih kompleks.

Baca selengkapnya : klik disini

Agama, Pemikiran Islam, Populer ,

Islam Dan Terorisme

February 25th, 2010
islamdanterorisme-3d-copy1
ISBN: 979-3896-143-7

Penulis: Bernando J. Sujobto M., Abdullah Badri,

Wahyu Choerul Cahyadi, Dkk.

Editor: Abdul Wachid BS.

Dimensi: 14 × 21 cm, 364 hal.

Tahun terbit: Februari 2010

Harga: Rp.45.000,-

Terorisme sendiri, yang dipahami sebagai aksi teror — bukan hanya secara pemikiran– bernuansa agama, ternyata lebih merupakan fenomena sosial. Dalam konteks ini, persoalan ekonomi sempat menjadi kambing hitam maraknya aksi teror yang dilakukan. Meminjam istilah sosiolog, Erfing Goffman, ketidakberdayaan ekonomi ini menyebabkan ketidakberdayaan dalamdramaturgi kehidupan. Belakangan, setelah diketahui bahwa beberapa faktor bunuh-diri dalam aksi radikalisme agama merupakan orang dengan latar belakang berada secara ekonomi, pendapat tersebut menjadi mentah kembali. Yang mengemuka adalah persoalan identitas. Dalam hal ini, rupanya persoalan pengakuan adalah satu hal fundamental mengapa sebuah tindakan, baik tindakan individu maupun –terlebih– tindakan kolektif dilakukannya.

Menjadi logis manakala yang menjadi pelaku bom bunuh diri adalah orang yang dalam kehidupan kesehariannya tidak mendapat pengakuan menurut porsi sibyektif dia. Dalam kelompok radikal, masing-masing individu dikondisikan dan perlahan menyesuaikan diri menjadi bagian dari kesatuan kelompok, yang kemudian menjadikan pola pikir koheren, dimana kelompok adalah kehidupan mereka. Proses ini menjadi semakin lancar disaat pada kehidupan “normal”-nya, standar pengakuan yang diinginkan tidak dia (mereka) dapatkan.

Agama, Dakwah, Islam, Pemikiran Islam, Populer ,

Model Pengembangan Ekonomi Pesantren

February 3rd, 2010
model-pengembangan-ekonomi-pesantren-kecil1
ISBN: 979-9659-81-0Penulis: Choirul Fuad Yusuf & Suwito, NS

Editor:

Dimensi:

Tahun terbit: Januari 2010

Harga: Rp.35.000,-

Aktifitas ekonomi adalah satu sarana untuk hidup sejahtera (hasanah) yang menjadi anjuran agama. Lebih-lebih jika dikaitkan dengan ungakapn kada al-faqru an-yakuna kufran (kemiskinan mendekatkan apda kekufuran), maka pemikiran tentang pengembangan ekonomi adalah hal yang sangat penting.

Buku ini merupakan hasil penelitian yang difokuskan pada identifikasi model pengembangan ekonomi pesantren. Oleh karena itu, signifikansi buku ini menyangkut empat hal penting.

Pertama, dengan deskripsi tentang jenis, model, dan karakteristik pengembangan ekonomi pesantren tersebut, buku ini dapat digunakan oleh pesantren dan masyarakat lain yang memiliki kemiripan karakteristik sebagai replikasi model atau approach pengembangan ekonomi berbasis pondok pesantren. Replikasi tersebut meliputi: 1) replikasi teknik analisis potensi ekonomi pesantren yang kemudian melahirkan bidang garapan atau jenis usaha, teknik perekrutan dan pelatihan tenaga ahli (produksi dan pemasaran), 2) replikasi penerapan manajarial yang meliputi sistem/ mekanisme kerja, hubungan antar unit dan lembaga, serta teknik evaluasi dan jaminan mutu produk, 3) replika teknik networking, yang didalamnya adalah teknik perluasan jaringan dan pasar. Kedua, buku ini dapat digunakan oleh pemerintah (Pemda dan Departemen Agama) sebagai bahan untuk membuat kebijakan dan program pengembangan pondok pesantren. Ketiga, buku ini dapat digunakan oleh dunia usaha, baik BUMN, BUMD, maupun pihak swasta sebagai mitra dalam pengembangan sektor usaha riil terkait dengan perluasan usaha dan investasi. Dan keempat, deskripsi yang lengkap dalam buku ini dapat dijadikan salah satu sumber rujukan ilmiah yang sampai saat ini dirasa masih sangat terbatas.

Agama, Ekonomi, Islam, Muamalah, Pemikiran Islam, Populer, what`s New , , ,

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan

September 8th, 2009

Segenap pimpinan, dewan redaksi, serta karyawan STAIN Purwokerto Press mengucapkan SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1430H. Semoga dibulan yang penuh berkah ini kita bisa introspeksi diri dan menjadikan bulan ini sebagai titik awal kebangkitan Islam.

Agama, Berita, what`s New

Kekuasaan dan Agama

May 18th, 2009
kekuasaan-dan-agama-kecil
ISBN: 979-3896-105-1

Penulis: Gugun El-Guyani, Dkk.

Editor: Abdul Wachid B.S., M.Hum.

Dimensi: 14 × 21 cm, 316 hal.

Tahun terbit: Maret 2009

Harga: Rp.42.000,-

Buku bunga rampai esai Kekuasaan dan Agama di tangan Anda ini merupakan buah pikir dan keterlibatan bahasiswa Indonesia didalam mempersepsi dan memposisikan kekuasaan dan agama, atau sebaliknya, agama dan kekuasaan. Tentu saja, dari kedua sudut pandang tersebut melahirkan nuansa yang berbeda. Buku bunga rampai esai Kekuasaan dan Agama ini bolehlah dikatakan merupakan representasi dari “suara mahasiswa Indonesia” sekalipun dalam arti “sebagian mewakili yang banyak”. Dalam sepanjang sejarah politik Indonesia, suara mahasiswa amatlah menjadi faktor penentu bagi perubahan sosial. Apa yang kita sebut sebagai “Indonesia” ini adalah proses yang tak kunjung usai, dan karena itu, mendengarkan suara mahasiswa menjadi penting sebab dalam pandang rakyat Indonesia, suara mahasiswa itu masih beroleh kepercayaan yang relatif suci dari tercemarnya kepentingan-kepentingan busuk politik. Sekalipun pandanga tersebut amatlah mewakili semangat romantisme. Tapi itulah realitasnya, ditengah gembar-gembor parpol yang menjadikan Indonesia Raya bagaikan sebuah pasar besar, kata-kata slogan, bujukan-bujukan basi, maka apakah sejarah akan berulang? Suara mahasiswa adalah suara hati nurani adalah suara Tuhan…

Agama, Dakwah, Hukum, Islam, Pemikiran Islam, Populer , , ,

STAIN Purwokerto Studi Banding ke Masjid Agung Jawa Tengah

March 17th, 2009

SEMARANG - Dalam rangka pengembangan masjid kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto, kemarin para dosen dan mahasiswa melakukan studi banding ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Gajahraya Semarang.

Rombongan dipimpin Pembantu Ketua STAIN Dr H Muhammad Roqib MA diterima Sekretaris Badan Pengelola MAJT Agus Fathuddin Yusuf dan Kepala TU Fatquri Busyeri.

Menurut Roqib, selain bersilaturahim mereka berharap bisa menyerap konsep manajemen masjid yang mandiri, terutama berkaitan dengan penggalian dana untuk operasional. ’’Umumnya pengelolaan masjid tertatih-tatih dalam pendanaan. Akibatnya, setiap mau mengadakan kegiatan terbentur biaya. Kami perlu belajar ke MAJT yang sudah mandiri dalam masalah biaya,’’ katanya.

Sekretaris BP MAJT Agus Fathuddin Yusuf menjelaskan, sejak 2007 Pemprov tidak lagi membantu biaya operasional masjid. ’’Alhamdulillah, begitu kami disapih dalam hal dana, tidak ada masalah karena unit usaha yang ada di lingkungan MAJT sudah bisa menghasilkan,’’ katanya.

Unit-unit usaha itu antara lain gedung pertemuan convention hall, menara Al-Husna, Hotel Graha Agung, toko suvenir, pertokoan dan perkantoran, dan parkir, selain didukung penghasilan kotak amal dan infaq dari umat Islam. 

’’Unit usaha bisnis area tersebut dikelola oleh pihak ketiga mitra bisnis kami. Jadi, kami tahunya bersih. Bayar listrik, gaji pegawai, perbaikan, dan lain-lain kami tahunya beres,’’ jelas Agus.

Dr Roqib melihat langsung kemegahan enam payung elektrik di plaza MAJT, museum sejarah Islam di menara Al-Husna, studio Radio DAIS 107,9 FM, dan teropong rukyatul hilal di lantai 19 menara tersebut. (E1-37)

Sumber: Suara Merdeka

Agama, Berita, Uncategorized, what`s New ,

DIKOTOMI IBADAT DAN ADAT

February 21st, 2009
dikotomi1
ISBN: 979-3896-103-5

Penulis: DR. Jamal Abdul Aziz, M.Ag.

Editor: Abdul Wachid B.S., M.Hum.

Dimensi: 15 × 23 cm, 312 hal.

Tahun terbit: Februari 2009

Harga: Rp.41.000,-

Manusia beragama perlu sadar betu akan adanya lingkaran pertautan yang tidak terputus antara bahasa, pemikiran, dan sejarah. Tidak ada konsepsi keberagaman apapun yang terlepas sama sekali dari ketiga konsepsi tersebut. konsepsi atau pemikiran keagamaan itu pada dasarnya mencerminkan dinamika pergumulan realitas sosial historis pada penggal sejarah tertentu yang terusmuskan, terkonsepsikan, dan terungkapkan dalam bahasa tertentu. Panggilan sejarah ersifat lokal, partikular, dan tidak mudah begitu saja diuniversalkan. Jika kesadaran akan hal ini dapat ditumbuhkan, maka dimungkinkan adanya kritik terhadap pemikiran keagamaan, dinamika pemikiran, dan kontekstualisasi ajaran. Dengan begitu dengan pemikiran keagamaan Islam akan bersifat terbuka, dialogis dan tidak baku dan beku. Demikian halnya dengan konsep pemilahan adat dan ibadat, kemunulannya tidak vakum dari situasi kesejarahan yang melingkupinya.

Munculnya ide pemilihan hukum Islam ke dalam bidang ibadat dan adat barangkali merupakan salah satu tahapan untuk melepaskan diri dari belenggu “irrasionalitas” yang berlebihan dari ajaran agama. Dengan demikian, studi terhadap pemilahan ibadat dan adat akan membawa kita kepada kajian terhadap temporalitas dan keabadian dalam hukum Islam.

Agama, Dakwah, Fiqh, Hukum, Ibadah, Islam, Pemikiran Islam, Populer, Syariah , , , ,

Prof. DR. HM. Daelamy SP, Guru Besar Pertama STAIN Purwokerto

February 19th, 2009

Setelah menunggu hampir 12 tahun pasca perubahan status dari fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang tahun 1997, STAIN Purwokerto pada hari Rabu, 18 Februari 2009 mengukuhkan Prof. DR. HM. Daelamy SP sebagai guru besar pertamanya di bidang Ilmu Hadits yang salah satu bukunya diterbitkan oleh STAINPress Puwokerto tahun 2008 dengan judul Hadis-Hadis Bulughul Maram. Pengukuhan guru besar pertama ini merupakan pencapaian akademik prestisius yang bukan hanya bagi penerimanya tetapi juga institusi STAIN Purwokerto. Melalui pengukuhan guru besar ini diharapkan mampu meningkatkan tradisi akademik yang lebih kompetitif, produktif, dan kontributif bagi pengembangan kehidupan masyarakat.

Ilmu Hadits merupakan salah satu bidang kajian dalam tradisi keilmuan Islam. Sebagai sumber ajaran ke dua setelah Al-Qur’an, hadits menempatii posisi yang sangat penting dan strategis dalam Islam. Karena posisi yang penting dan strategis tersebut, kajian-kajian dalam kerangka keislaman dikembangkan dari nilai dan substansi hadits. Namun demikian, tidak semua hadits dapat dijadikan sebagai rujukan dan referensi bagi kehidupan universal. Rentang waktu yang sudah lama, bahasa, dan tradisi yang melingkupi menjadikan pemaknaan hadits musti dilakukan secara dinamis. Karena kepentingan inilah, pengetahuan tentang hadits baik dari sisi riwayat maupun isi sama pentingnya dengan hadits itu sendiri.

Dalam konteks tersebut, pengukuhan Prof. Dr. HM. Daelamy SP menjadi lebih sarat makna. Sebagai guru besar, HM Daelamy SP dituntut untuk lebih mampu membahasakan hadits secara fungsional, akademik, dan kontributif. Hal ini penting karena sesungguhnya hadits disabdakan oleh Nabi Muhammad untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang berkembang di masyarakat pada saat itu. Dengan demikia, hadits saat ini buka hanya sebagai teks, tetapi juga sebagai alat/metode yang secara ilmiah dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul Hadis tsulatsiyat dalam Kitab Sunan Al-Tirmidziy, HM Daelamy SP menjelaskan bahwa tidak semua hadits dapat digunakan referensi sebagai sumber hukum Islam. Hadits bisa digunakan hujjah minimal hasan. Lebih jauh HM Daelamy menjelaskann bahwa para periwayat variatif, karena para periwayat tersebut hidup dalam berbagai abad antara 1 sampai 4. Para penulis hadits terkenal  hidup pada abad ke-3 H yang sering dikenal dengan kutubus sittah. dalam waktu 3 abad tersebut, kecil kemungkinan ada satu hadits yang hanya diriwayatkan oleh 3 orang (hadits tsuluutsiyat), namun demikian kemungkinan itu tetap ada. Salah satunya dapat ditemukan dalam kitab Sunan Al-Tirmidziy.

Kitab Sunan Al-Tirmidziy disusun pada abad ke-3 H.Dalam pnelitiannya, HM Daelamy SP menemukan 1 hadits Tsulutsiyat. Artinya adalah bahwa periwayat hadits Tsulutsiyat memiliki usia yang relatif panjang. Hadits Tsulutsiyat tidak serta merta langsung diterima, perluu ada pembuktian yang salah satunya dilakukan dengan melakukan cross check dengan pemberlakuan hadist tersebut ditempat yang lain. Hasil kajian HM Daelamy SP menunjukkan bahwa satu hadits di kita Sunan Al-Tirmidziy dapat dikategorikan sebagai hadits Tsulutsiyat.

Dalam konteks ini, apabila seseorang telah mampu membuktikan dan memahami hadits Tsulutsiyat, Insya Allah seseorang tidak akan melakukan kesalahan dalam memahami hadits-hadits yang lain. Yang dalam pengertian lain, orang akan mampu menggunakan hadits secara tepat dan tidak sembarangan.

Agama, Berita, Fiqh, Hukum, Islam, Pemikiran Islam, Syariah , , ,