Setelah menunggu hampir 12 tahun pasca perubahan status dari fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang tahun 1997, STAIN Purwokerto pada hari Rabu, 18 Februari 2009 mengukuhkan Prof. DR. HM. Daelamy SP sebagai guru besar pertamanya di bidang Ilmu Hadits yang salah satu bukunya diterbitkan oleh STAINPress Puwokerto tahun 2008 dengan judul Hadis-Hadis Bulughul Maram. Pengukuhan guru besar pertama ini merupakan pencapaian akademik prestisius yang bukan hanya bagi penerimanya tetapi juga institusi STAIN Purwokerto. Melalui pengukuhan guru besar ini diharapkan mampu meningkatkan tradisi akademik yang lebih kompetitif, produktif, dan kontributif bagi pengembangan kehidupan masyarakat.
Ilmu Hadits merupakan salah satu bidang kajian dalam tradisi keilmuan Islam. Sebagai sumber ajaran ke dua setelah Al-Qur’an, hadits menempatii posisi yang sangat penting dan strategis dalam Islam. Karena posisi yang penting dan strategis tersebut, kajian-kajian dalam kerangka keislaman dikembangkan dari nilai dan substansi hadits. Namun demikian, tidak semua hadits dapat dijadikan sebagai rujukan dan referensi bagi kehidupan universal. Rentang waktu yang sudah lama, bahasa, dan tradisi yang melingkupi menjadikan pemaknaan hadits musti dilakukan secara dinamis. Karena kepentingan inilah, pengetahuan tentang hadits baik dari sisi riwayat maupun isi sama pentingnya dengan hadits itu sendiri.
Dalam konteks tersebut, pengukuhan Prof. Dr. HM. Daelamy SP menjadi lebih sarat makna. Sebagai guru besar, HM Daelamy SP dituntut untuk lebih mampu membahasakan hadits secara fungsional, akademik, dan kontributif. Hal ini penting karena sesungguhnya hadits disabdakan oleh Nabi Muhammad untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang berkembang di masyarakat pada saat itu. Dengan demikia, hadits saat ini buka hanya sebagai teks, tetapi juga sebagai alat/metode yang secara ilmiah dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata.
Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul Hadis tsulatsiyat dalam Kitab Sunan Al-Tirmidziy, HM Daelamy SP menjelaskan bahwa tidak semua hadits dapat digunakan referensi sebagai sumber hukum Islam. Hadits bisa digunakan hujjah minimal hasan. Lebih jauh HM Daelamy menjelaskann bahwa para periwayat variatif, karena para periwayat tersebut hidup dalam berbagai abad antara 1 sampai 4. Para penulis hadits terkenal hidup pada abad ke-3 H yang sering dikenal dengan kutubus sittah. dalam waktu 3 abad tersebut, kecil kemungkinan ada satu hadits yang hanya diriwayatkan oleh 3 orang (hadits tsuluutsiyat), namun demikian kemungkinan itu tetap ada. Salah satunya dapat ditemukan dalam kitab Sunan Al-Tirmidziy.
Kitab Sunan Al-Tirmidziy disusun pada abad ke-3 H.Dalam pnelitiannya, HM Daelamy SP menemukan 1 hadits Tsulutsiyat. Artinya adalah bahwa periwayat hadits Tsulutsiyat memiliki usia yang relatif panjang. Hadits Tsulutsiyat tidak serta merta langsung diterima, perluu ada pembuktian yang salah satunya dilakukan dengan melakukan cross check dengan pemberlakuan hadist tersebut ditempat yang lain. Hasil kajian HM Daelamy SP menunjukkan bahwa satu hadits di kita Sunan Al-Tirmidziy dapat dikategorikan sebagai hadits Tsulutsiyat.
Dalam konteks ini, apabila seseorang telah mampu membuktikan dan memahami hadits Tsulutsiyat, Insya Allah seseorang tidak akan melakukan kesalahan dalam memahami hadits-hadits yang lain. Yang dalam pengertian lain, orang akan mampu menggunakan hadits secara tepat dan tidak sembarangan.
Agama, Berita, Fiqh, Hukum, Islam, Pemikiran Islam, Syariah
banyumas, Buku, STAIN Purwokerto, Syariah