Sejarah

Agustus 2001, pada siang yang terasa panas dan pengap, di dalam sebuah ruang perpustakaan yang saat itu belum permanen (sekarang menjadi GOR STAIN Purwokerto), dan di tengah-tengah kesibukan melayani kepada user dan obrolan gendu-gendu rasa (curhat) tentang mimpi memiliki penerbitan dilakukan oleh Suwito NS dan Abdul Wachid BS.

Kedua orang yang selanjutnya menjadi pendiri STAINPress saat itu masih tercatat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di sela-sela pekerjaannya, selalu membicarakan mimpi akan penerbitan yang berada di bawah naungan lembaga yang dicintainya, yakni STAIN Purwokerto.Bagi mereka, penerbitan buku adalah media komunikasi yang efektif untuk mendongkrak kredibilitas dan kualitas baik penulis maupun lembaga.

Ada beberapa alasan dan semangat mimpi akan keberadaan lembaga penerbitan buku, di antaranya adalah pertama, banyak karya civitas akademika STAIN Purwokerto (dosen, mahasiswa) dan tenaga kependidikan (karyawan) yang layak terbit karena kualitas. Tulisan-tulisan (karya-karya) tersebut dapat dijumpai dari karya tulis ilmiah baik tesis (S.2), disertasi (S.3), dan skripsi mahasiswa yang digarap serius dengan baik dan berkualitas.

Kedua, karya-karya tersebut, yang secara kualitas layak terbit “terpaksa” ditumpuk di gudang atau hanya sekedar pajangan pemiliknya karena penulisnya dipandang belum layak terbit oleh penerbit buku komersial. Dengan kata lain, sangat sulit menembus penerbit komersial. Penerbit komersial lebih menekankan pertimbangan “market” di banding pertimbangan lain. Lembaga penerbitan di bawah naungan STAIN Purwokerto yang saat itu dirintis diorientasikan sebagai tombak yang dapat “memecah” sulit dan kerasnya penerbit komersial dalam penerimaan naskah, terutama penulis pemula.

Ketiga, melalui penerbitan buku, penulis, (yang notabene dosen STAIN Purwokerto) penulis pemula, logo, dan nama lembaga yang menaunginya (STAIN Purwokerto) secara otomatis akan tersebar sejalan dengan distribusi buku di manapun buku itu berada. Dengan kata lain, logo lembaga (STAIN Purwokerto) yang tersebar di mana-mana memiliki makna dengan publikasi yang bernilai sebagai hidden promotion (promosi tersembunyi). Ada beberapa keuntungan hidden promotion adalah 1) murah, bahkan tidak keluar biaya, 2) dapat menembus di berbagai ruang (baik public, seperti di took buku, resensi di dunia maya (internet), perpustakaan, lobi hotel, media massa (koran, TV), maupun privat seperti di rumah pembacanya, di dalam tas atau saku pembaca, bahkan sebagai kawan tidur pembacanya).

Keempat, lembaga penerbitan yang dicita-citakan penggagasnya ini dapat digunakan untuk mendongkrak tradisi tulis (writing habit) di kalangan civitas akademika. Lembaga ini yang digagas pencetusnya ini diasumsikan sebagai penggerak yang dapat meresonansikan pergerakan pada aspek-aspek lain. Writing habit ada karena reading habit. Dua hal ini seperti dua sisi mata uang. Jika reading habit baik, maka kualitas menulis akan baik. Kualitas menulis akan mempengaruhi mutu karya, seperti makalah, artikel pada jurnal, dan monograf (buku). Resonansi ini juga diharap sebagai pemacu dan pemicu lahirnya guru besar, percepatan kenaikan pangkat dosen, maupun esksistensi penulisnya. Hal tersebut ekuivalen dengan nilai kesejahteraan, alias gaji yang diterima.

Kelima, lembaga penerbitan yang digagas pemrakarsanya diniatkan sebagai sebagai wadah dan media “shadaqah ilmu” bagi para penulisnya. Alasan yang menjadi pertimbangan pada alasan bahwa harga buku yang dipatok oleh penerbit komersial cenderung mahal. Faktanya, harga jadi buku yang ada dipasar dipatok oleh penerbit melalui distributornya adalah minimal 4 (empat) kali harga cetak dan operasionalnya. Dengan demikian, harga buku menjadi tidak terjangkau dan tidak manusiawi. Dalam konteks ini, lembaga penerbitan di bawah naungan STAIN Purwokerto diniatkan sebagai buku berkualitas dengan harga “rakyat”, atau “buku untuk rakyat”.

Komitmen dan idealisme ini diulang-ulang didiskusikan selama hampir dua tahun. Ide dan gagasan ini kemudian mengendap di alam bawah sadar penggagasnya. Tindak lanjut dari mimpi ini adalah mencoba membuat draf struktur kepengurusan.

Struktur kepengurusan tersebut dikonsultasikan pada Pembantu Ketua I (saat itu dijabat oleh Drs. Moh. Roqib, M. Ag) dan Ketua STAIN (Drs. H. Khariri, M. Ag.). Struktur kepengurusan disusun berdasarkan kemungkinan pengembangan lembaga penerbitan ke arah usaha mandiri. Oleh karena itu, pada struktur kepengurusan terdapat dewan investor dan pengelola. Dewan investor sebagai penyandang dana untuk kegiatan penerbitan, sementara pengelola adalah pelaksananya.

Struktur usulan tersebut disesuaikan dengan kebijakan STAIN Purwokerto sehingga dewan investor tidak dimasukkan dan dimasukkan pada dewan redaksi. Struktur ini ditetapkan oleh Ketua STAIN Purwokerto dengan Surat Keputusan Nomor 25 tahun 2003. Sebuah lembaga baru yang bernama STAINPress telah lahir pada tanggal 27 September 2003, bersamaan dengan terbitan perdana, yakni Pendidikan Perempuan (2003) karya Drs. Moh. Roqib, M. Ag. Buku ini dilaunching oleh Menteri Agama Prof. Dr. Said Agil Al-Munawwar di Auditorium STAIN Purwokerto.

STAINPress ini kemudian dikenal sebagai lembaga penerbitan dari civitas akademika STAIN Purwokerto untuk memberikan kesempatan kepada dosen maupun mahasiswa mempublikasikan karya tulisnya. Walau demikian, STAINPress juga menerima tulisan dari luar civitas akademika STAIN Purwokerto untuk diterbitkan melalui penerbit ini.

  1. Puji Karyanto - Fak Sastra Unair
    May 26th, 2008 at 23:57 | #1

    Harapanku, semoga website ini dikelola seprofesional buku-buku STAIN PURWOKERTO PRESS!!!!!

  2. Abdullah Badri - Wali Songo Semarang
    June 17th, 2008 at 00:38 | #2

    pak moderator, tampilkan juga profil lembaga ini dong agar aku tahu visi dan misinya, kapan berdiririnya, siapa pengelolanya????

  3. teddi muhtaddin univ. padjadjaran
    June 30th, 2008 at 14:15 | #3

    Assalamualaikum wr wb. Mas Achid BS, mana buku-buku produk terbaru STAIN PRESS? Saran untuk Mas Achid : Jika Blog ini dimaksudkan sebagai PUSAT PUBLIKASI STAIN PRESS, mestinya ada juga dong apa-apa pemberitaan tentang STAIN PRESS. Kapan ya saya diundang oleh STAIN PURWOKERTO? He he he…

  4. Nenden Lilis A. - FKIP- UPI Bandung
    May 26th, 2009 at 00:30 | #4

    Permisi. Saya senang buka-buka halaman ini. Artikel-artikel jurnalnya amat berharga bagi mahasiswa saya. Terimakasih.

  5. uadbusi
    May 23rd, 2010 at 12:03 | #5

    Kok tanggal lahir Penerbit STAIN Press-nya gak jelas kapan?

  6. warto
    May 24th, 2010 at 00:40 | #6

    terimakasih atas masukkannya. sekarang dah di update lho.

  1. No trackbacks yet.