Archive

Posts Tagged ‘Agama’

Pancasila, Kekuasaan, dan Politisasi Agama dalam Negara Budaya Patron-Klien

March 23rd, 2010

Oleh Sayfa Auliya Achidsti ·

Dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat, kita selaku  individu maupun  kelompok tidak akan pernah bisa lepas dari hubungannya dengan negara. Negara selaku lembaga tertinggi dari suatu masyarakat yang mempunyai hukum legal mempunyai otoritas yang kuat untuk membuat dan memutuskan kebijakan serta mengarahkan tindakan dan mengatur rakyatnya.

Namun, meski negara adalah lembaga yang dapat mengatur dan memutuskan suatu kebijakan yang ditujukan kepada rakyatnya, dalam hal ini negara sendiri merupakan hasil “buatan tangan” dari rakyatnya itu. Negara menjadi semacam alat yang muncul karena konsensus tertentu sekumpulan masyarakat yang menghendaki suatu tujuan. Hal yang juga senada dilontarkan oleh Roger H. Soltau (1961) bahwa negara adalah alat dan kekuasaan (wewenang, otoritas) yang dapat mengendalikan suatu permasalahan atas nama masyarakat.

Oleh sebab itu, negara menjadi means (cara pencapaian) untuk memperoleh suatu tujuan bersama, yaitu sebuah kesejahteraan umum dari masyarakatnya dengan aturan-aturan dan pengaruhnya (kekuatan dan kekuasaan) yang mengikat.

Dengan pengertian seperti itu, maka kedudukan dan hubungan negara atas rakyat idealnya adalah sebagai tempat di mana terjadi pola interaksi aktif antarkeduanya untuk menghasilkan keputusan yang sanggup merepresentasikan semua golongan. Hal terakhir yang disebutkan inilah yang membutuhkan sifat “negara kuat” untuk muwujudkannya. Karena di dalam negara yang terbentuk, mengandung bermacam-macam kelompok (golongan) yang masing-masing dari mereka itu mempunyai suatu pemikiran dan kepentingan yang berbeda pula.

Tersebutlah Pancasila, sebagai dasar dan  falsafah hidup bernegara Indonesia. Pancasila yang tercetus dengan latar-belakang keragaman budaya dirasa pantas memperolah sebutan sebagai suatu anugerah. Hal ideal pada sila pertamanya dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa” menjadi landasan hidup dengan bertumpu pada aspek keagamaan. Kemudian diikuti dengan aspek moral, semangat nasional, toleransi dan kompromi, serta keadilan. Namun ternyata, Pancasila yang seharusnya menjadi ideologi bangsa ternyata hanya sebatas mitos.

Negeri Pewaris Pluralitas

Ini menjadi lebih berat terjadi pada negara-negara yang mempunyai tingkat keragaman yang cukup tinggi, karena dengan itu berarti kelompok dan golongan serta pemikiran dan kepentingannya akan lebih beragam pula. Khususnya di Indonesia, salah satu negara dengan tingkat kemajemukan  tinggi, hal itu terjadi lebih kompleks.

Baca selengkapnya : klik disini

Agama, Pemikiran Islam, Populer ,

Kekuasaan dan Agama

May 18th, 2009
kekuasaan-dan-agama-kecil
ISBN: 979-3896-105-1

Penulis: Gugun El-Guyani, Dkk.

Editor: Abdul Wachid B.S., M.Hum.

Dimensi: 14 × 21 cm, 316 hal.

Tahun terbit: Maret 2009

Harga: Rp.42.000,-

Buku bunga rampai esai Kekuasaan dan Agama di tangan Anda ini merupakan buah pikir dan keterlibatan bahasiswa Indonesia didalam mempersepsi dan memposisikan kekuasaan dan agama, atau sebaliknya, agama dan kekuasaan. Tentu saja, dari kedua sudut pandang tersebut melahirkan nuansa yang berbeda. Buku bunga rampai esai Kekuasaan dan Agama ini bolehlah dikatakan merupakan representasi dari “suara mahasiswa Indonesia” sekalipun dalam arti “sebagian mewakili yang banyak”. Dalam sepanjang sejarah politik Indonesia, suara mahasiswa amatlah menjadi faktor penentu bagi perubahan sosial. Apa yang kita sebut sebagai “Indonesia” ini adalah proses yang tak kunjung usai, dan karena itu, mendengarkan suara mahasiswa menjadi penting sebab dalam pandang rakyat Indonesia, suara mahasiswa itu masih beroleh kepercayaan yang relatif suci dari tercemarnya kepentingan-kepentingan busuk politik. Sekalipun pandanga tersebut amatlah mewakili semangat romantisme. Tapi itulah realitasnya, ditengah gembar-gembor parpol yang menjadikan Indonesia Raya bagaikan sebuah pasar besar, kata-kata slogan, bujukan-bujukan basi, maka apakah sejarah akan berulang? Suara mahasiswa adalah suara hati nurani adalah suara Tuhan…

Agama, Dakwah, Hukum, Islam, Pemikiran Islam, Populer , , ,

ISLAM KONTEKSTUAL

February 2nd, 2009
islam-kontekstual
ISBN: 979-389-100-9

Penulis: Ridwan, M.Ag.

Editor: Suwito NS.

Dimensi: 14 × 21 cm, 192 hal.

Tahun terbit: November 2008

Harga: Rp.37.000,-

Setiap bahasa teks mesti lahir dalam spektrum budaya yang menyejarah, dan membumi karena bahasa yang ada dalam teks bukan untuk teks itu sendiri, tapi untuk sesuatu yang berada diluar teks. Entitas diluar teks adalah sejarah kemanusiaan yang menempati ruang dan waktu di bumi dengan karakter yang unik dan dinamis.

Teks-teks keagamaan termasuk didalamnya sumber keagamaan dalam Islam (Al-Quran dan hadits) tidaklah hadir pada komunitas yang hampa budaya. Jauh sebelum Islam datang masyarakat Arab pra Islam telah mempunyai sistem nilai dan budaya. Oleh karena itu, ketika Islam hadir sebagai sebuah sistem nilai (agama) baru, maka terjadi dialog antara Islam dengan seperangkat sumber tekstualnya, dengan budaya lokal masyarakat Arab. Al-Quran sebagai sumber tekstual ajaran Islam yang diturunkan Allah kepada nabi Muhammad SAW dalam kurun waktu yang lama dalam proses pewahyuannya mendasarkan pada peristiwa aktual tertentu yang terjadi di tengah masyarakat.

Anda tertarik dengan buku ini? segera miliki buku ini dengan membeli di toko buku terdekat, atau pesan langsung kepada kami.

Agama, Fiqh, Hukum, Islam, Pemikiran Islam, Populer, Syariah , , ,

Menghidupkan Sunnah Nabi

July 8th, 2008
ISBN: 979-3896-12-4

Penulis:Muhammad Suraji, M. Ag.

Editor: Suwito NS.

Dimensi: 14 × 20 cm, 204 hal.

Tahun terbit: 2005

Harga: Rp.35.000,-

Menurut Ibn Taimiyah, pengutamaan amalan ibadah yang satu terhadap yang lain (dalam masalah tanawwu` al- `ibadah) dapat diperkenalkan karena termasuk dalam kategori masalah ijtihadiyah. Oleh karena itu, Ibn Taimiyyah menyadari adanya perbedaan pendapat diantara para ulama (termasuk beliau sendiri) dalam menentukan amalan yang lebih utama (afdhal) diantara berbagai ajaran yang terdapat dalam hadis-hadis tanawwu` al-`ibadah. Namun demikian, Ibn Taiiyyah menyarankan agar seseorang hendaknya tidak meleibh-lebihkan keutamaan amalan tertentu atas yang lain (yakni hendaknya mengutamakan sekedarnya saja). Yang urgen lagi yang perlu diperhatikan menurut Ibn Taimiyyah, seseorang hendaknya bersikap moderat dalam memandang berbagai amalan ibadah sebagaimana terdapat dalam hadis-hadis tanawwu` al-`ibadah dan tidak dibenarkan meremehkan, membenci dan menegasikan satu amalanpun dari keragaman ajaran ibadah tersebut karena semuanya merupakan sunnah Nabi yang sama-sama boleh diikuti dan diamalkan.
Sikap modersai, inklusif, akomodatif serta fleksibel sebagaimana ditunjukkan Ibn Taimiyyah dalam menghadapi permasalahan hadis-hadis tanawwu` al-`ibadah kiranya dapat lebih dikembangkan dan dimasyarakatkan sehingga diharapkan dapat mengeliminir pandangan-pandangan picik terhadap ajaran agama, diharapkan juga bisa mendorong semangat ihya` al-sunnah (menghidupkan sunnah Nabi saw), menciptakan suasana khusyuk dalam beribadah, diperoleh keleluasaan dalam wawasan keberagamaan, kemudahan dalam melaksanakan ajaran agama, keluwesan sikap dalam berbeda pendapat serta terbinanya kerukunan, ketenteraman dan keharmonisan dalam berinteraksi sesama intern umat Islam.

Agama, Dakwah, Ekonomi, Fiqh, Hukum, Ibadah, Islam, Keluarga, Kependidikan, Muamalah, Pemikiran Islam, Populer, Syariah, Tarbiyah, Wanita , , , , , , , , , , ,

Kera Berdasi

July 3rd, 2008
ISBN: 979-3655-57-7

Penulis: Suparjo, M. A.

Editor: Suwito NS.

Dimensi: 14 × 21 cm, 182 hal.

Tahun terbit: 2007

Harga: Rp.32.500,-

Tulisan ini berusaha memahami konsep penciptaan di dalam kitab suci secara ilmiah dan memahami teori evolusi secara teistik sehingga diharapkan antara sains dan agama tidak mempunyai jurang perbedaan dan pemisah yang tajam, frontal, dan ekstrim.
Dengan perspektif tersebut, tulisan ini sebenarnya tidak sedang membandingkan model penciptaan manusia antara yang dinarasikan Alkitab dengan yang dinarasikan al-Quran. Kedua teks tersebut dijadikan sebagai pijakan berpikir teologis tentang bagaimana kitab suci menarasikan tentang asal-usul manusia yang nantinya akan dipadukan dengan penjelasan dari teori evolusi. Demikian pula, tulisan ini tidak memaksakan kitab suci untuk disesuaikan dengan penjelasan ilmiah (teori evolusi) atau sebaliknya teori evolusi diharuskan disesuaikan dengan konsep pemahaman kitab suci. Dua otoritas tersebut, yakni sains dan kitab suci, diusahakan untuk didudukkan dalam proporsi yang sebenarnya. Oleh karena itu, varian pemikiran tentang konsep kemunculan manusia yang bersumber dari kitab suci tersebut dengan berbagai varian konteksnya dan khususnya dalam konteks teori evolusi dielaborasi secara proporsional dalam tulisan ini. Baru setelah itu, akan dibahas titik temu antara konsep penciptaan dalam kitab suci dengan teori evolusi.

Agama, Dakwah, Islam, Pemikiran Islam, Populer, Syariah , , , , , , , ,

Transformasi Sosial (Kajian Epistimologis Ali Syari`ati tentang Pemikiran Islam Modern)

May 27th, 2008
ISBN: 979-9659-16-7

Penulis: Suwito NS.

Prolog: Emha Ainun Nadjib

Epilog: Dr. Sangidu, M. Hum.

Editor: Abdul Wachid BS.

Dimensi: 14 × 20 cm, 288 hal.

Tahun terbit: 2004

Harga: Rp.35.000,-

Syar`ati tampaknya lebih revolusioner dan spektakuler dalam menghadapi berbagai masalah yang menghimpit masyarakat lemah Iran khususnya, dan umat Islam pada umumnya. Ia memanfaatkan dua kekuatan, yaitu kekuatan akal dan kekuatan hati dalam memecahkan berbagai masalah sosial yang dihadapi kaum lemah. Dua kekuatan ini apabila dipadukan akan menjadi kekuatan yang luar biasa sehingga akan terjadi transformasi sosial yang sangat mendasar di bawah naungan al-Qur`an dan as-Sunnah. Sebagai kata kunci yang dikutip dari ayat-ayat al-Qur`an dalam menghadapi berbagai masalah adalah kata iman (dzikir), ilmu pengetahuan dan teknologi (pikir), dan amal (tindakan nyata).
Pemikiran Ali Syar`ati lainnya dapat dibaca dalam buku yang disusun oleh Suwito. Buku ini menarik untuk dibaca, baik kalangan muda khususnya maupun para peminat yang senang dengan transformasi sosial di seluruh bidang kehidupan. Saya berharap bahwa setelah membaca dan memahami pemikiran Ali Syar`ati dengan lebih lanjut dalam buku ini, para generasi muda Islam khususnya dan para peminat perubahan sosial pada umumnya dapat termotivasi untuk berdzikir, berpikir (berkreasi), dan bertindak terampil dalam menghadapi setiap permasalahan keislaman dan kemasyarakatan agar tidak terombang-ambing oleh perubahan sosial yang begitu cepat dan dahsyat.

Agama, Dakwah, Ekonomi, Ibadah, Islam, Kependidikan, Muamalah, Populer, Syariah, Tarbiyah, Uncategorized , , , , , , , , , , , , , ,

Mahzab Sosial Keagamaan NU

May 27th, 2008
ISBN: 979-3896-22-1

Penulis: Kholid Mawardi

Dimensi: 14 × 21 cm

Tahun terbit: 2006

Harga: Rp.33.000,-

Nahdlatul Ulama terbentuk selain dijiwai oleh gagasan-gagasan menjadi oase bagi umat Islam kala itu, juga ingin berkhidmat kepada agama, bangsa dan komunitas Islam tradisionalis. Gagasan-gagasan toleransi yang dibangun telah memberi hawa sejuk bagi kalangan nahdliyin untuk melayani agama, bangsa, dan masyarakatnya secara serius.
Namun, stigma yang terlanjur melekat pada NU selama ini, NU pada masa awal dipandang sebagai organisasi yang jumud, ortodoks, dan tidak mampu melakukan perubahan dalam dirinya, telah membuat banyak akademisi enggan untuk melakukan kajian terhadap NU pada tahun-tahun awal. Pandangan baku adalah tidak ada pemberdayaan dalam tubuh NU.
Dalam buku ini, digambarkan secara detil usaha-usaha pemberdayaan masyarakat NU, baik dalam bidang keagamaan, pendidikan maupun ekonomi. Gambaran pemberdayaan masyarakat NU yang selama ini dalam selubung gelap prasangka menjadi terang.
Menarik untuk dicermati adalah temuan dalam buku ini, meskipun sejak awal berdirinya, NU memilih anti politik namun embrio gerakan politik kultural telah dilakukan oleh elite-elite NU. Elite-elite NU, baik pada masa penjajahan Belanda dan pendudukan Jepang telah melakukan pemberdayaan terhadap kedudukan dan hak-hak rakyat di tanag jajahan, hal ini dilakukan dalam pengajian-pengajian dan tulisan-tulisan yang dimuat dalam majalah Berita Nahdlatoel Oelama ataupun Soeara Moeslimin Indonesia.

Agama, Islam, Populer , , , , , ,