Archive

Posts Tagged ‘cerita pendek’

Bukan Perempuan

February 13th, 2010
bukan-perempuan-perspektif2
ISBN: 979-3896-139-16

Penulis: Syarif Hidayatullah, Dkk.

Editor: Abdul Wachid BS.

Dimensi: 14 × 21.5 cm, 144 hal.

Tahun terbit: Januari 2010

Harga: Rp.42.500,-

Di dalam proses belajar sekaligus bermain, bermain sekaligus belajar, cerpen memiliki relasi-relasi langsung maupun tidak langsung dengan proses menjadi “manusia dewasa”. Cerpen bukanlah sekedar ruang pelarian dari hidup nyata yang sumpek dan gagal, melainkan cerpen sebagai cermin bolak-balik antara ruang imajinasi dengan ruang kehidupan nyata yang boleh jadi gagal sehingga dengan demikian kita sebagai manusia bisa mengedepankan problem hidup dan lebih berani lagi bermain sambil belajar, belajar sambil bermain.

Tidak terkecuali ketika kita berada dalam ruang hidup yang diidealkan semacam tata nilai adiluhung di kampus, atau didalam sebuah masyarakat dengan kultur yang ideal yaitu agamis, islami, atau dengan istilah lokal yaitu berbudaya santri. Apa kehidupan didalamnya? Menurut siapa kehidupan itu dirumuskan? Demi apa? Mengapa demikian? Ke arah mana kehidupan kita ini?

Happy ending ataukah sad ending? Pantaskah atau tidak pantas? Etiskah atau sebaliknya? Semua penting dalam proses yang bernama hidup.

Populer, Sastra , , ,

Rendezvous Di Tepi Serayu

May 18th, 2009
rendezvous-di-tepi-serayu-kecil
ISBN: 979-3896-104-3

Penulis: Mahwi Air Tawar, Dkk.

Editor: Heru Kurniarwan

Dimensi: 14 × 21 cm, 356 hal.

Tahun terbit: Maret 2009

Harga: Rp.40.000,-

Buku bunga rampai cerpen dengan judul Rendezvous di Tepi Serayu ini semula merupakan hasil Lomba Cipta Cerpen Tingkat Mahasiswa se-Indonesia, bersudut pandang “Religios Cinta”.

Yang menjadi khas dalam bunga rampai cerpen ini karena buku ini memuat cerpen karya cerpenis justru dari berbagai kultur. Dengan begitu, pastilah sisi-sisi keunikan dari masing-masing latar kultur di dalam memandang “cinta” menjadi khazanah kekayaan tersendiri bagi kita pembacanya.

Cerpen-cerpen di dalam bunga rampai ini menempatkan “cinta” pada posisi yang tepat, suci, hakiki, dengan segala jatuh bangunnya, dengan segaa luka-tawanya, dengan segala erotisitasnya sekaligus religiositasnya.

Bahasa di dalam cerpen-cerpen ini, “enteng tapi berisi”, “enak dibaca dan perlu” untuk mencerahkan hidup kita di tengah gerahnya harga-harga, bahwa “cintalah yang menjadikan kita betah bertahan di dalam kesulitan-kesulitan hidup”, demi keabadian cinta yang kita dambakan bersama.

Mengapa karya sastra yang baik memiliki keabadian? Tersebab karya sastra adalah ruang bagi pertemuan hati kemanusiaan kita, kau dan aku. Dia adalah, sekali lagi, suatu “rendezvous…………”

Sastra , ,

Robingah Cintailah Aku

July 3rd, 2008
ISBN: 979-389-623-9

Penulis: Abdul Wachid BS., dkk.

Dimensi: 13 × 18.5 cm,

Tahun terbit: 2007

Harga: Rp.29.500,-

Buku antologi cerpen Robingah Cintailah Aku, judul ini menjadi kenagnan terakhir yang masih terngiang di hati kami (editor), dari Gus Zainal yang penyair, yang cerpenis, yang esais masalah sosial keagamaan dan ke-NU-an, yang budayawan, yang kiai. Tapi lebih dari semua itu, Gus Zainal adalah seorang hamba yang penuh cinta, mencintai manusia sebab adalah manusia cipta karya terbesar Allah. Pada menit-menit terakhir masih dalam kebugaran sebelum Gus Zainal mendadak terkena serangan jantung, setelah tamu terakhirnya pulang dia masih sempat menulis, bahwa ”Jalan menuju Allah sama banyaknya dengan makhluk yang Dia ciptakan, dan jalan yang paling dekat dan paling mudah adalah dengan cara membantu orang lain, membuat mereka bahagia dan tidak menggangu mereka.”
Silahkan anda membaca selengkapnya, Robingah Cintailah Aku.

Agama, Islam, Populer, Sastra , , , , , , , , , ,