Islam Dan Terorisme
![]() |
ISBN: 979-3896-143-7
Penulis: Bernando J. Sujobto M., Abdullah Badri, Wahyu Choerul Cahyadi, Dkk. Editor: Abdul Wachid BS. Dimensi: 14 × 21 cm, 364 hal. Tahun terbit: Februari 2010 Harga: Rp.45.000,- |
Terorisme sendiri, yang dipahami sebagai aksi teror — bukan hanya secara pemikiran– bernuansa agama, ternyata lebih merupakan fenomena sosial. Dalam konteks ini, persoalan ekonomi sempat menjadi kambing hitam maraknya aksi teror yang dilakukan. Meminjam istilah sosiolog, Erfing Goffman, ketidakberdayaan ekonomi ini menyebabkan ketidakberdayaan dalamdramaturgi kehidupan. Belakangan, setelah diketahui bahwa beberapa faktor bunuh-diri dalam aksi radikalisme agama merupakan orang dengan latar belakang berada secara ekonomi, pendapat tersebut menjadi mentah kembali. Yang mengemuka adalah persoalan identitas. Dalam hal ini, rupanya persoalan pengakuan adalah satu hal fundamental mengapa sebuah tindakan, baik tindakan individu maupun –terlebih– tindakan kolektif dilakukannya.
Menjadi logis manakala yang menjadi pelaku bom bunuh diri adalah orang yang dalam kehidupan kesehariannya tidak mendapat pengakuan menurut porsi sibyektif dia. Dalam kelompok radikal, masing-masing individu dikondisikan dan perlahan menyesuaikan diri menjadi bagian dari kesatuan kelompok, yang kemudian menjadikan pola pikir koheren, dimana kelompok adalah kehidupan mereka. Proses ini menjadi semakin lancar disaat pada kehidupan “normal”-nya, standar pengakuan yang diinginkan tidak dia (mereka) dapatkan.







