
|
ISBN: 979-3477-59-8
Penulis: Ridwan, M.Ag.
Prolog: Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan, S.U.
Editor Utama: Drs. Moh. Roqib, M.Ag.
Dimensi: 14 × 22 cm, 190 hal.
Tahun terbit: Juni 2004
Harga: Rp.35.000,- |
Nahdlatul Ulama (NU) bisa dipahami sebagai jam`iyah atau gerakan sosial yang sulit dipisahkan dari dinamika politik nasional. Organisasi dengan basis komunitas santri terbesar tersebut menyebabkan aktivisnya seringkali terlibat di dalam kegiatan politik (praktis). Tujuan kenegaraan hingga partai politik hampir tidak mungkin mengabaikan kekuatan dan jaringan sosial jam`iyah ini. Dinamika NU seperti sebuah perahu yang mendayung diantara dua pulau, yaitu sebagai gerakan sosial dan aura politik yang melekat padanya. Karena itu, masa depan NU ditentukan kemampuannya menggunakan biduk secara tepat ditengah golongan politik nasional dan tuntutan sosial sebagai konsekuensi gerakan sosial.
Agama, Hukum, Pemikiran Islam, Populer
Nahdlatul Ulama, NU, politik
|
ISBN: 979-9659-39-6
Penulis: H. Khariri
Dimensi: 14 × 20 cm
Tahun terbit: 2005
Harga: Rp.25.000,- |
Mencermati fakta sejarah, bahwa kehidupan Nabi sejak diutus sampai wafatnya yang memakan rentang waktu cukup panjang, yakni selama kurang lebih 23 tahun, sangat memungkinkan bahwa apa yang dikatakan oleh Nabi pada suatu saat berbeda dengan yang disampaikan pada saat yang lain, bisa karena banyak hal yang berkaitan dengan konteks yaitu perbedaan situasi dan konsisinya.
Hal itu tentu saja menimbulkan pertanyaan bagi kita, mana hadita yang dipegangi dan bisa dijadikan hujjah, dan mana pula hadits yang harus ditinggalkan, serta tidak bisa dijadikan hujjah.
Meskipun demikian bukan berarti hadits-hadits yang termasuk kategori maqbul itu bebas sama sekali dari permasalahan. Diantara persoalan yang sering timbul adalah adanya hadits-hadits yang antara satu riwayat dengan riwayat lain saling bertentangan (tanaqudh) atau dalam arti lain tidak sejalan (ikhtilaf), yang oleh para ulama hadits dinamakan hadits mukhtalif, mukhtalif al-hadits, ikhtilaf al-hadits, atau musykil al-hadits. Hadits-hadits yang secara lahiriah tampak kontradiktif tentu saja membingungkan, oleh karena itu harus diselesaikan dan dicari jalan keluarnya.
Adapaun maksud kandungan buku ini merupakan sutau bagian kecil dari sekian banyak karya lain yang bermaksud untuk menjelaskan beberapa alternatif tentang metode dan langkah-langkah yang telah ditempuh oleh para ulama dalam menyelesaikan hadits yang secara lahiriah tampak kontradiktif.
Agama, Islam, Populer, Syariah
hadis, hadits, Hujjah, Khariri, Muhammad, Nabi, NU, STAIN Purwokerto
 |
ISBN: 979-3896-22-1
Penulis: Kholid Mawardi
Dimensi: 14 × 21 cm
Tahun terbit: 2006
Harga: Rp.33.000,- |
Nahdlatul Ulama terbentuk selain dijiwai oleh gagasan-gagasan menjadi oase bagi umat Islam kala itu, juga ingin berkhidmat kepada agama, bangsa dan komunitas Islam tradisionalis. Gagasan-gagasan toleransi yang dibangun telah memberi hawa sejuk bagi kalangan nahdliyin untuk melayani agama, bangsa, dan masyarakatnya secara serius.
Namun, stigma yang terlanjur melekat pada NU selama ini, NU pada masa awal dipandang sebagai organisasi yang jumud, ortodoks, dan tidak mampu melakukan perubahan dalam dirinya, telah membuat banyak akademisi enggan untuk melakukan kajian terhadap NU pada tahun-tahun awal. Pandangan baku adalah tidak ada pemberdayaan dalam tubuh NU.
Dalam buku ini, digambarkan secara detil usaha-usaha pemberdayaan masyarakat NU, baik dalam bidang keagamaan, pendidikan maupun ekonomi. Gambaran pemberdayaan masyarakat NU yang selama ini dalam selubung gelap prasangka menjadi terang.
Menarik untuk dicermati adalah temuan dalam buku ini, meskipun sejak awal berdirinya, NU memilih anti politik namun embrio gerakan politik kultural telah dilakukan oleh elite-elite NU. Elite-elite NU, baik pada masa penjajahan Belanda dan pendudukan Jepang telah melakukan pemberdayaan terhadap kedudukan dan hak-hak rakyat di tanag jajahan, hal ini dilakukan dalam pengajian-pengajian dan tulisan-tulisan yang dimuat dalam majalah Berita Nahdlatoel Oelama ataupun Soeara Moeslimin Indonesia.
Agama, Islam, Populer
Agama, Islam, keagamaan, mahzab, Nahdlatul Ulama, NU, sosial